MENENTUKAN AMANAT PUISI
Sultan
Yasir bermaksud mengangkat anak. Ia akan memilih salah satu anak negeri untuk
dijadikan anak angkat Sultan. Anak
yang terpilih akan tinggal dan dididik di istana. Sultan pun kemudian
mengadakan sayembara bagi anak-anak yang ingin menjadi anak angkatnya.
Sultan
memberikan benih tanaman bunga kepada setiap anak yang mengikuti sayembara.
Biji kecil itu harus mereka tanam hingga tumbuh. Sebulan ke depan, Sultan akan
menilai tanaman bunga mereka.
Sebulan
berlalu, pagi itu seluruh anak yang mengikuti sayembara telah duduk rapi di
pelataran istana. Mereka membawa pot dengan tanaman bunga beraneka warna.
Sultan berjalan memeriksa tanaman mereka satu persatu, sambil sesekali
bertanya. Ketika tiba di barisan terakhir, betapa kagetnya Sultan, seorang anak
kurus tertunduk memegangi pot berisi tanah tanpa tanaman bunga. “Mana tanaman
bungamu?” tanya Sultan. Semua mata melihat kepada anak kurus itu. “Apakah kau
tidak merawatnya?” tanya Sultan lagi. Sambil terisak anak kurus itu berkata,
“Ampuni saya wahai Sultan, saya telah berusaha menanam dan merawat benih itu,
tetapi benih itu tidak juga mau tumbuh.”
Sultan
berjalan kembali ke depan barisan anak-anak, mukanya tampak merah. “Hari ini
aku sangat sedih, karena kalian dan
orang tua kalian telah berbohong kepadaku!” tegas Sultan. “Benih
tanaman yang aku berikan kalian tidak mungkin akan tumbuh, karena benih itu
telah direbus.” ucapnya lagi. “Hanya anak kurus ini yang jujur!” seru Sultan.
Anak kurus itu pun diangkat menjadi anak Sultan.
Komentar
Posting Komentar